Senin, 11 Januari 2016

Soulnesia Eksis Tanpa Dukungan Label, Konsultan nama Bayi Online Ikut Dengar Kabar Ini



Konsultan nama Bayi Online Ikut Nyimak, Ki Kusumo bukan hanya dikenal sebagai konsultan spiritual, namun juga aktor dan produser. Kini ia melebarkan sayapnya sebagai musisi dengan menjadi vokalis band bernama Soulnesia.

Ki Kusumo menceritakan sedikit awal terbentuknya band tersebut. Rupanya para personel Soulnesia merupakan teman kecil Ki Kusumo.

"Nama bandnya Soulnesia, itu band saya. Band ini kumpulan teman-teman semasa sekolah dasar (SD). Jadi dulu sama-sama senang bernyanyi, tapi kita punya kehidupan masing-masing dan lima tahun lalu kita ketemu dan akhirnya berpikir untuk bentuk sebuah band. Akhirnya terbentuklah Soulnesia," papar Ki Kusumo. Konsultan nama Bayi Online Ikut Nyimak berita ini.
"Ini ada Agung (gitar), Nizar (gitar), Yovie (bass), Ricky (drum), dan saya vokalisnya," sambung Ki Kusumo.
"Enggak masuk label, dimodalin sendiri aja. Jadwal manggung sudah lumayan tapi belakangan ini saya sibuk jadi agak di rem, karena kemarin sempat syuting striping. Tapi sekarang sudah mulai lagi (bermusik)," tutup Ki Kusumo.
Bersama band besutannya itu, telah merilis tiga buah single yang berjudul Cinta Yang Lain, Benar Benar Cinta, dan Tak Terbayangkan.

Ki Kusumo juga menjelaskan jika Soulnesia tidak terikat pada label tertentu. Dengan modal sendiri, Soulnesia mampu eksis.

Tak lupa Ki Kusumo pula memperkenalkan anggota personel band Soulnesia.



------------

Kejati Masih Bungkam Tersangka XT Square, Konsultan nama Bayi Online Ikut Nyimak berita ini.


TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY masih bungkam terkait dengan nama-nama tersangka dugaan korupsi XT Square. Korps Adhyaksa mengaku masih mengumpulkan alat bukti untuk menjerat para tersangka.

"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti. Bukan sekadar alat bukti biasa yang kami cari adalah alat bukti yang berkualitas agar nanti kuat di persidangan," kata Kepala Kejati DIY, Tony Spontana, Minggu (3/1).

"Waktu itu ahli menyimpulkan ada kekurangan volume pekerjaan. Makanya hasil perhitungan dari ahli tahun 2010 akan kami jadikan referensi dalam penyidikan kasus ini," jelasnya. Konsultan nama Bayi Online Ikut Nyimak berita ini.

Sejauh ini Kejati DIY telah memeriksa belasan saksi pada proyek yang telah berlangsung pada rentang tahun 2008 - 2010 itu. Para saksi itu berasal dari sejumlah pejabat PNS di Pemerintah Kota Yogyakarta, konsultan dan rekanan.

Selain hasil pemeriksaan ahli UGM, audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DIY pada tahun 2011 sebenarnya juga menemukan adanya kelebihan bayar kepada dua perusahaan kontraktor sebesar Rp 2,436 miliar.

Salah satunya yaitu akan coba diperoleh dari keterangan ahli asal UGM. Dikatakan Tony, ahli ini pada tahun 2010 sempat menyimpulkan adanya kekurangan volume pekerjaan pada proyek XT Square, saat kasus ini diselidiki oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta.

Meski pada saat ini Kejari Yogyakarta kemudian memutuskan untuk menghentikan proses penyelidikan dengan dalih kurangnya alat bukti, Tony mengatakan keterngan ahli ini menjadi petunjuk adanya korupsi di proyek itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar